Pada
umumnya, kandang dalam peternakan itik dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kandang
untuk DOD atau anak bebek, kemudian untuk bebek dara, terakhir yaitu untuk
bebek dalam masa bertelur. Berdasarkan keadaannya, jenis kandang dibagi menjadi
kandang basah dan kandang kering.
Kandang basah berarti disediakan tempat khusus untuk
aktivitas itik seperti mandi, minum, berenang, dan membantu proses perkawinan
berupa kolam. Untuk system kandang ini sebaiknya jarak antara kandang dan kolam
kurang lebih 2 – 3 meter. Hal ini bertujuan supaya kandang tidak terlalu basah
saat itik masuk setelah melakukan aktivitas di kolam. Kandang yang terlalu
basah lebih cepat berbau dan rawan terjangkit penyakit.
Kandang
kering hanya menyediakan air untuk aktivitas itik seperti mencuci muka dan minum. Kandang jenis ini
aktivitas itik sangat dibatasi karena energi yang diperoleh dari pakan
diperuntukkan untuk memproduksi telur. Ini sangat berbeda dengan kandang basah
karena pada kandang basah itik melakukan banyak aktivitas yang memerlukan
energi yang lebih banyak. Keuntungan lain dari kandang ini adalah
meminimalisasi aroma kotoran itik. Murtidjo (2012) membagi kandang kedalam tiga
sistem yang dianjurkan yaitu sebagai berikut.
a.
Sistem lantai (litter), adalah alternatif kandang yang secara konvensional
digunakan di daerah yang mempunyai kondisi geografis tanah berpasir atau kering
(daerah pesisir), atau daerah yang memiliki daya serap yang tinggi.
b.
Sistem panggung (slat), adalah alternatif kandang yang secara modern digunakan untuk
mengatasi masalah basahnya lantai. Kandang dengan sistem ini memiliki nilai
kesehatan tinggi sehingga sangat cocok digunakan di daerah yang mempunyai
kondisi geografis tanah basah dan kelembapan tinggi.
c.
Kombinasi sistem lantai dan panggung (litter dan slat), adalah sistem kandang yang secara modern memberi dua
alternative. Kandang panggung digunakan untuk tidur dan bertelur, sedangkan
lantai untuk bermain di siang hari.
Ketiga
sistem kandang di atas dapat dilengkapi kolam atau danau buatan agar itik yang
dipelihara tidak merasa dibatasi kesenangannya untuk berada dekat dengan air. Adapun
tiga jenis kandang yang lain sebagai berikut.
a. Kandang Baterai
Tipe kandang ini
menggunakan sistem satu kandang untuk seekor itik dewasa. Biaya pembuatannya
pun paling mahal dibandingkan tipe kandang yang lain. Dengan luas 50cm persegi
dan satu baris berisi 5 kandang. Pada tipe kandang ini perkawinan itik harus
dilakukan dengan inseminasi buatan yang memakan biaya lebih besar. Karena
perhitungan untuk tenaga kerjanya meliputi inseminator sampai ahli inseminasi
buatan. Keuntungannya yaitu pada produktivitas itik menjadi lebih terkontrol
dan penanganan penyakit yang lebih terjaga. Pengambilan telur pun menjadi lebih
mudah karena tempatnya yang terbatas. Selain itu, kandang jenis ini sekarang hanya
dipakai untuk anakan itik atau starter.
Kandang ini umumnya terbuat
dari kerangka papan, kawat, atau bambu dengan lantai dari kawat kasa (ram) atau
anyaman bambu dengan jarak antara anyaman 1-1,5 cm. Tujuannya agar kotoran itik
dapat langsung jatuh sekaligus mencegah kaki terperosok.
Tabel 1. Kapasitas Kandang Berdasarkan Umur Per
100 Ekor Itik.
Umur Itik
|
Luas Kandang (m2)
|
1 – 7 hari
|
1 – 1,5
|
1 – 2 minggu
|
2 – 6
|
2 – 4 minggu
|
4 – 6
|
4 – 6 minggu
|
6 – 8
|
6 – 8 minggu
|
8 – 10
|
b. Kandang Ranch / Ren
Kandang ini merupakan
kandang yang sebagian beratap, sedangkan sebagian lagi dibiarkan terbuka dan
hanya dibatasi pagar di sekeliling kandang. Pemisah antara ruang terbuka dan
tertutup dapat berupa pagar atau pintu yang dapat dibuka dan ditutup. Di bagian
terbuka, biasanya diberi sekat – sekat untuk mengelompokkan itik sesuai
umurnya. Satu kelompok umur dapat terdiri atas 60 – 100 ekor itik. Bagian
kandang terbuka merupakan tempat umbaran. Lanati kandangnya dapat berupa tanah,
anyaman bambu, hamparan bebatuan kecil atau berupa plesteran semen. Tipe
kandang yang banyak dipakai oleh para peternak itik dan dapat berisi lebih dari
satu bebek. Cocok sebagai kandang bebek pedaging dan petelur dewasa. Kandang
jenis ranch atau rak ini merupakan modifikasi dari kandang postal. Umbaran atau
latar untuk bermain bagi ternak membuat kandang jenis ini terlihat alami.
Selain itu, juga terdapat kolam di depan kandang yang membuat bebek dapat mandi
dan berenang saat udara panas. Kelebihan dari kandang ini ialah mudah dalam
pembersihan dank arena itik menjadi sering beraktivitas. Hal ini dapat
menunjang kesehatan maupun produksi ternak itik. Namun pada saat cuaca musim
hujan peternakan harus menggiring itknya ke bagian kandang yang beratap.
c. Kandang Postal
Kandang postal terdiri
atas bangunan kandang beratap yang diberi sekat – sekat. Sekat tersebut
digunakan untuk memisahkan masing – masing koloni berdasarkan pembagian umur.
Lantai kandang dapat berupa semen, bilah bambu atau kayu, maupun sekam. Pada
kandang postal, seluruh aktivitas itik mulai dari makan, minum, bertelur, dan beristirahat dilakukan dalam kandang yang
tertutup, baik siang maupun malam hari. Biasanya tipe kandang ini hanya
digunakan untuk itik starter dan grower, tetapi terkadang juga digunakan utnuk
iti periode layer. Kandang jenis ini hampir sama dengan kandang ren, karena
dapat berisi lebih dari satu bebek. Bahkan satu petak kandang dapat berisi
ratusan ekor bebek. Tergantung dengan luas lokasi. Sangat menghemat tempat
karena wadah pakan dan telur terdapat di dalam kandang, sehingga lebih mudah
dalam pemberian pakan. Usahakan jika anda menggunakan jenis kandang ini,
buatlah dengan tinggi maksimal 2 meter, agar lebih mudah dalam panen dan
pemberian pakan. Kelebihan dari kandang ini ialah pada modal awal pembuatan,
biaya perawatan kandang yang relative lebih murah, dan aktivitas itik yang
cukup tinggi dapat menunjang kesehatannya. Adapun kekurangannya pada kontrol
kesehatan yang lebih sulit, kegiatan sanitasi relatif lebih sulit, kompetisi
dalam perebutan pakan sulit dikontrol.
Sebelum
mendirikan bangunan kandang, hal yang paling penting adalah menentukan lokasi
peternakan yang sesuai. Berikut syarat – syarat lokasi kandang yang baik.
a.
Lokasi jauh dari pemukiman atau daerah
padat penduduk.
b.
Jauh dari kebisingan karena itik cukup
peka terhadap gangguan suara berisik.
c.
Jauh dari peternakan unggas lain untuk
mencegah terjadinya penularan wabah penyakit.
d.
Mudah dijangkau kendaraan dan tidak jauh
dari tempat pemasaran.
e.
Lokasi yang sejuk, tidak terpapar sinar
matahari atau dingin secara langsung. Suhu optimalnya sekitar 27 – 32 ○C
dengan kelembapan 60 – 65 %.
f.
Dekat dengan sumber pakan dan air
bersih.
g.
Kondisi lingkungan mempunyai iklim yang
kondusif bagi kegiatan produksi ternak itik,
h.
Tidak rawan penggusuran dan keamanan
lingkungannya terjamin.
Keberadaan
masyarakat setempat berpengaruh terhadap usaha peternakan itik. Hubungan dengan
tetangga sekitar harus terjalin dengan baik demi keberhasilan suatu usaha.
Masyarakat setempat tidak akan memberikan izin tempat usaha jika usaha kita
mengganggu kehidupan mereka missal seperti bau yang ditimbulkan serta
berdayakan tenaga kerja masyarakat setempat.
Setelah
kita mengetahui syarat lokasi yang baik. Kandang itik yang berbagai tipe tentu
tidak sembarang dalam pembuatannya. Tentunya kandang yang baik mempunyai syarat
dan kriteria-kriteria yang harus diikuti. Syarat dari kandang itik yang baik
yaitu kandang yang tidak menyebabkan stress itik, memberikan kesehatan bagi
itik, memberikan produktifitas tinggi bagi peternak, tidak mengganggu
lingkungan dalam pembangunannya dan tentunya dengan biaya yang tidak terlalu
mahal. Kandang itik yang baik dan ideal harus mengandung kriteria sebagai
berikut:
a. Kondisi keseluruhan kandang harus
nyaman, kering dan bersih dari kotoran. Dinding utama harus tertutup, karena
itik akan gelisah jika melihat hewan lain seperti anjing atau kucing melintas
di dekat kandang. Selain itu, dinding yang sedikit terbuka juga berfungsi
sebagai jalannya sirkulasi udara, dimana angin luar tidak masuk secara langsung
ke dalam kandangn namun dapat terfilter. Untuk atap seperti biasa, sebagai
media berteduh bagi bebek saat matahari panas terik dan hujan datang.
b. Suhu ruang di dalam kandang. Baik sekali
jika bisa anda sering mengecek kondisi dan suhu dalam kandang. Usahakan suhu
selalu sama seperti suhu ruangan, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Yaitu antara 27° hingga 30° celcius. Hal ini dapat kita antisipasi sebelum
membuat kandang, kita dapat membuat kandang menghadap barat atau timur sehingga
angin dan panas matahari dapat silih berganti masuk ke dalam kandang. Sinar matahari
yang masuk dapat menjadi sarana dalam menghilangkan kelebaban dan penyakit yang
menumpuk di dalam kandang. Sedangkan angin sebagai penyuplai udara.
c. Penerangan. Juga merupakan hal yang
penting dalam ternak bebek. Penerangan kandang haruslah cukup. Selain
memudahkan kita dalam merawat dan melihat kondisi itik, penerangan juga dapat
membuat itik menjadi nyaman dan suhu terkendali.
d.
Ruang Gerak. Kenapa ruang gerak juga
penting? ini dikarenakan bebek tidak suka makan dan minum secara bersamaan
dalam satu waktu, mereka lebih memilih bergantian daripada berdesakan. Oleh
karena itu, dengan ruang gerak yang luas kita dapat menghemat waktu dan
pemeliharaan menjadi lebih efisien. Penting sekali untuk kandang bebek pedaging
yang harus memacu ukuran itik hingga siap jual.
e.
Tinggi kandang. Jangan terlalu pendek
dan terlalu tinggi, usahakan sesuai dengan tinggi badan kita, usahakan lebih
tinggi. Bisa 2-3 meter sehingga kita dapat mudah dalam merawat dan memberi
makan itik.
f.
Kebersihan. Bersihkan tempat dan media
sebelum dan sesudah kandang jadi secara rutin. Jangan hanya sekali sebelum
pembuatan kandang saja kita lakukan penyemprotan. Pemberian disinfektan secara
rutin sangat diperlukan. Berikan semprotan dan disinfektan saat bebek/itik
sedang keluar dari kandang. Ingat, kandang itik yang baik adalah yang kering
dan bersih dari penyakit.
g.
Buat desain kandang. Alangkah baiknya
sebelum anda mulai membuat, anda buat sketsa. Dimana letak wadah pakan, tempat
mandi dan lain-lain. Tujuannya agar anda mudah dalam menempatkan segala sesuatu
nantinya. Untuk kandang bebek petelur, jangan lupa siapkan wadah untuk
menampung telur di dalam kandang, buatlah petak - petak yang tidak terlalu
besar sehingga dapat memudahkan kita saat panen telur.
Sumber :
Murtidjo, Bambang A. 2012. Mengelola Itik. Kanisius, Yogyakarta.
Marzuki, Fajrin S. 2015. Cara membuat kandang itik yang benar. (http://www.ternakpertama.com/2015/09/cara-membuat-kandang-itik-yang-benar.html). Diakses pada tanggal 29 Oktober 2015.
Siswanto, Bambang. 2014. Kandang bebek yang ideal untuk beternak.
(http://www.usahaternak.com/2014/02/kandang-bebek-yang-ideal-untuk-beternak.html). Diakses pada 27 Oktober 2015.
Singa, Pringati. 2013. Kandang Ternak. (http://kesehatan-ternak.blogspot.co.id/2013/02/kandang-ternak.html). Diakses pada tanggal 28 Oktober 2015.
Tim Penulis Agriflo. 2012.
Itik. Penebar Swadaya, Yogyakarta.
Ditulis Oleh :
Ade Yulianto Kusuma
S1 - Peternakan 2015
Lebih Lengkap :